Kerlap-kerlip bintang sudah lama memudar. Aku rasa sebenarnya dia ingin mati, tapi ragu untuk bunuh diri. wajar saja bintang jadi begitu, mungkin dia sudah bosan setiap hari melihat binatang-binatang dungu yang masuk kantor perlanta-perlente. berjas rapih tapi tetap bau binatang. yaa walaupun aku tahu tidak semuanya yang masuk itu binatang. Tapi tetap saja kebanyakannya binatang.
Pagi tadi angin sepoi pun tak sejuk lagi. Dia marah sepertinya. Bagaimana tidak marah, tiap hari dia berlari kesana kemari dengan niat baik mendinginkan suasana. lagi-lagi binatang-binatang dungu itu merusak suasana. Gonggong sana gonggong sini bikin panas telinga dan otak saja. Anehnya lagi ada orang yang bawa pengeras suara untuk para binatang itu. sengaja, biar lebih keras kedengarannya. katanya sih biar semua orang tahu. andai saja aku bisa tanya, memangnya orang lain mau tahu?
Sebentar lagi, katanya akan ada pemilihan penghuni kantor -yang sekarang penghuninya kebanyakan binatang - yang baru. Semoga saja binatang-binatang itu tidak jadi penghuni kantor lagi. Semoga saja orang-orang yang dulu memilih binatang untuk masuk kantor itu sekarang tidak lagi memilih binatang. Baik itu yang dulu memilih binatang karena takluk dengan jilatan binatang atau karena memilihnya sambil mata terpejam.
Aku sudah rindu kerlap-kerlip bintang itu menjadi terang. Apalagi hembusan angin sepoi yang sejuk sedang. alamaaak tak terbayang.
Bogor, 03/03/2014














0 komentar